Translate

Friday, August 30, 2013

MENGHITUNG JARAK TANAM SENGON

Seperti yang sudah saya uraikan dihalaman lain tentang perhitungan tanam pohon sengon atau disebut juga jeng-jeng (didaerah saya) atau disebut juga AlBasiah, saya akan coba uarikan jarak penanaman atau juga jarak tanam ideal.

Jarak tanam sengon itu sebenarnya terserah kita, entah mau 4x4 m, 3x3 m, 2x3 m. 2x2 m, atau bahkan 1x1 m. Kemudian jarak tanam pohon sengon yang ideal bagaimana?

Jawabannya adalah "tergantung output yang kita harapkan".


  1. Jika output yang kita inginkan untuk kayu bakar, pulp, chip atau masuk ke industri dengan kriteria "kayu rijek" maka bisa menggunakan jarak tanam 2x2 m atau bahkan lebih dekat dari itu. Masa panen untuk model ini pun tidak perlu nunggu 5 atau 6 tahun, cukup 3 tahun saja. Diameter kayu di bawah 10 cm.
  2. Jika output yang kita harapkan untuk "standar industri kayu lapis", "ubin kayu", "pallet", "sawn timber", maka silakan gunakan jarak tanam minimal 3x3 m. Masa panen pun minimal 5 atau 6 tahun. Diameter yang diharapkan model ini mulai diameter 19 cm sampai dengan 40 cm.
  3. Jika kita mengharapkan output untuk "kayu bangunan yang kuat dan bagus" jarak tanam sejauh-jauhnya, minimal 4x4 m. Masa panen untuk model ini di atas 7 tahun.
Rata-rata orang menanam kayu tujuannya untuk dijual ke industri nomor 2 di atas, karena dengan mengejar pasar industri nomor 2 di atas kita tidak perlu pusing menjualnya, pasarnya lebih luas. Hampir semua pabrik di Indonesia membutuhkan kayu secara rutin, bahkan ada beberapa pabrik yang sering tidak dapat memenuhi kebutuhan bahan baku kayu.
Jarak Tanam 3x3 atau 4x4 m adalah Paling Bijak
dengan catatan:
  1. jika anda mengejar pasar yang lebih umum / lebih luas
  2. jika anda tidak mau repot dengan model panen 2 kali atau lebih (penjarangan).
Dengan model tanam 3x3 m dalam 1 ha akan tertanam 1.100 pohon.
Jarak Tanam 2x3 m Juga Populer
dengan catatan;
  1. jika anda menghendaki pasar kayu bakar, chip dan pulp. atau...
  2. jika anda mengejar 2 pasar, dengan panen 2 kali. Panen pertama masuk ke chip, pulp. Panen terakhir masuk ke standar industri kayu yang lebih luas. Model ini seringkali dikenal sebagai sistem penjarangan. Tentunya 2 pasar ini pun akan berhubungan dengan harga kayu sengon yang berbeda-beda di masing-masing pasarnya.
Tulisan tentang jarak tanam sengon di atas hanya pendapat pribadi saya, tanpa dilakukan research / penelitian yang mendalam. Hanya melihat kondisi lapangan yang ada di depan mata saya.

MENANAM SENGON (JENG-JENG,ALBASIAH) DAN PERHITUNGANNYA

Peluang usaha budidaya sengon. Saat ini Sengon ( Paraserianthes falcataria ) atau biasa di sebut juga pohon jen-jen  merupakan salah satu alternatif dan menjadi primadona baru dalam dunia perkayuan.Dikarenakan pertumbuhannya cepat, masa tebang lebih pendek, budidayanya lebih mudah, dapat ditanam diberbagai kondisi tanah, kayunya cenderung lebih lurus, produktivitasnya tinggi, serta multi manfaat.peluang investasi usaha budidaya sengon

Dengan melakukan  peluang usaha budidaya sengon ini anda juga sudah terlibat dalam usaha untuk memperbaiki hutan. Bermitra menanam sengon di pekarangan / kebun yang saat ini dirasakan kurang bermanfaat untuk ditanami sengon sehingga mendapatkan hasil yang lebih optimal.
Keuntungan pada peluang usaha budidaya sengon ini anda tidak perlu terlibat merawat sendiri kebun kayu segon yang anda beli,tetapi hanya perlu menginvestasikan sejumlah uang dan anda akan menerima hasilnya

Analisa peluang investasi usaha budidaya sengon dengan sistem bagi hasil:

Populasi pohon Sengon Solomon yang di tanam 200 pohon
Modal peluang investasi usaha budidaya sengon:       
Pembelian Bibit Sengon Solomon           Rp.    800.000,-
Biaya pemeliharaan selama 5 tahun         Rp.    7.000.000,-
Biaya Sewa Lahan 5 Tahun                   Rp.    2.500.000,-
JUMLAH     PENGELUARAN                   Rp.    10.300.000,-
PEMASUKAN       
Hasil Tebang ( umur 5 th )    200 X Rp. 450.000,-                             Rp.    90.000.000,-
JUMLAH PEMASUKAN PELUANG INVESTASI USAHA BUDIDAYA SEGON
Laba bersih = Rp.90.000.000 – Rp. 10.300.000                                Rp.    79.700.000,-
Profit Sharing
Profit sharing yang di terima pada saat 5 Tahun dengan sistem 70 : 30
Profit yang diterima Mitra Usaha 70 %   X Rp. 79.700.000,- adalah       Rp.    55.790.000,-







BERIKUT JUGA ASUMSI-ASUMSI LAIN :


Asumsi-asumsi
1.      Biaya Produksi per hektare per tahun Rp6 juta (Rp30 juta per ha per 5 tahun)
2.      Jumlah pohon per ha 3.300 (dengan jarak tanam 1m X 3m)
3.      Harga jual dalam bentuk kayu log per m3;
                a.  Diameter 15 Cm, umur 3 tahun Rp.300 ribu (harga sekarang Rp600 ribu)
                b.            Diameter 20 Cm, umur 4 tahun Rp.400 ribu (harga sekarang Rp700 ribu)
                c.             Diameter 25 Cm, umur 5 tahun Rp.500 ribu (harga sekarang Rp800 ribu)
4.      Pemenuhan Kubikasi
                a.            Diameter 15 Cm memerlukan 4 pohon.
                b.            Diameter 20 Cm memerlukan 3 pohon.
                c.             Diameter 25 Cm memerlukan 2 pohon.
5.      Potential Lost 12%

I.   Biaya Produksi
a.       Penanaman Sengon seluas 1 ha
                     1 ha X Rp 30 juta                                                  Rp 30.000.000
                     (tahun 2010 ya)

Pendapatan
a.       Penjarangan tahap I (umur 3 tahun)
                     Diameter 15 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 4 pohon
                     Dipanen 660 pohon (20% dari pohon tertanam)
                     660 : 4 X 300.000                                                 Rp 49.500.000
b.      Penjarangan tahap II (umur 4 tahun)
                     Diameter 20 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 3 pohon
                     Dipanen 660 pohon (20% dari pohon tertanam)
                     660 : 3 X 400.000                                                 Rp 88.000.000
c.       Panen Keseluruhan (umur 5 tahun)
                      Diameter 20 Cm atau untuk mencapai 1m3 perlu 2 pohon
                      Dipanen 1980 pohon (60% dari pohon tertanam)
                      1980 : 2  X 500.000                                             Rp 495.000.000

Laba/ rugi 
a.            Total Pendapatan (a+b+c)                                        Rp 632.500.000
b.            Potential lost 12%                                                     Rp   75.000.000
c.             Biaya Produksi                                                           Rp   30.000.000
d.            Keuntungan bersih                                                    Rp 527.500.000 per hektar

Saturday, August 24, 2013

BUDIDAYA JAMBU KRISTAL


Budidaya jambu biji sekarang ini masih terbuka, terutama jambu yang mempunyai varietas baru seperti Jambu Biji Kristal. Pasokan jambu biji Kristal masih sangat terbatas sedang permintaan sangat tinggi. Oleh karena itu saya coba membuat artikel tentang budidaya Jambu Kristal yang dipasaran masih memiliki harga tinggi.
      Budidaya Jambu Kristal hampir sama dengan budidaya tanaman buah lainnya, tidak perlu lahan yang luas untuk budidayanya., anda bisa memanfaatkan sisa pekarangan rumah. Dengan menggunakan sistim tabulampot atau ditanam dalam pot yang tentu saja indah untuk dipandang mata. 



Berikut ini cara budidaya jambu Kristal:
1.       Pengolahan tanah.
Tanah tidak harus yang rata, tanah perbukitan yang miring juga bisa digunakan untuk lahan dengan membuat sengkedan(teras) pada bagian yg curam, untuk penggemburan bias dengan dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40kg/m persegi, kemudian dibuat bedengan dengandengan ukuran 1,20 dengan panjang yang disesuaikan dengan panjang lahan.Untuk penanaman dalam pot gunakan media tanam Tanah,Pupuk  Kandang, dan Sekam dengan perbandingan 1:2:2, usahakan sebelum ditanam , dasar pot diisi dulu dengan kerikil/batu apung/busa.
2.       Pemeliharan Tanaman.
Penjarangn dan penyulaman mutlak harus dilakukan, gulma-gilma yang menggangu tanaman harus disiangi sampai radius 1,5-2m sekeliling tanaman. Bila bibit mati harus segera diganti dengan bibit yang baru yang bagus. Penyiangan dilakukan dengan membuang tunas yang ada dibatang utama sehingga buah bias besar dan manis. Setiap sebulan sekali tanah disekitar tanaman harus  dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah agar tetap lunak hingga tanaman benar-benar kuat.
 Perempalan/pemangkasan pada ujung-ujungnya dilakukan setelah tanaman berumur 2 tahun agar tanaman jambu Kristal mendapat tajuk yang rimbun. Disamping mendadapat tanjuk yang rimbun juga untuk membentuk tanaman juga untuk memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tatap terpelihara. Pemangkasan juga dilakukan setiap tanaman habis dipanan.
3.       Pemupukan.
Pemupukan dilakukan secara berkala agar kesuburan lahan tetap terjaga dengan aturan:
      Pada tahun 0-1 tahun umur penanaman bibit setiap pohon diberi pupuk dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 5 kg TSP, 100 gram urea dan 20 gram ZK yang ditabur disekitar tanaman atau dimasukkan kedalam lubang yang digali sedalam 30 cm dengan lebar 40 cm kemudian tutup kembali dengan tanah galian tadi.
      Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun dilakukan dengan campuran NPK 250 gram/pohon dan TSP 250 gram/pohon dan diulang setiap 3 bulan sekali dengan takaran yang sama.
      Pemupukan tanaman umur diatas 3 tahun, kalau pertumbuhan tunas sudah kurang bagus berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama berarti tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 40 kg/tanaman.
4.       Pengairan dan penyiraman.
Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan ditanam, penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya dikurangi menjadi 1 kali sehari yaitu pada sore hari. Apabila tanaman jambu Kristal telah tumbuh benar-benar kuat, frekuensi penyiraman dapat dikurangi lagi yaitu dilakukan saat-saat diperlukan saja. Dan bila hujan turun terlalu lebat diusahakan sekitar tanaman tidak tergenang air dengan cara membuat jalur untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau, bila tanah sudah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang lebih 3000 m2 dan dilakukan sekali setiap sore.
5.       Pengendalian hama dan penyakit.
Hama dan penyakit yang ditemukan pada tanaman jambu Kristalantara lain Ulat daun, Kumbang buah, Jamur karat merah, Kutu putih, Jamur embun jelaga, Kutu putih, Kutu kebul dan juga Lalat buah.
Untuk lalat buah bisa dilakukan dengan pembungkusan buah tapi serangan meningkat bisa dilakukan pengendalian dengan umpan beracun, penyemprotan tanaman dengan insektisida dengan bahan aktif CHLORPYRIFOS bila diperlukan. Dan trapping atau perangkap dengan atraktan dengan bahan aktif Metyl eugenol, jika dirasa terlalu mahal bisa digunakan air rebusan selasih atau pala yang juga mengandung metyl eugenol (Djatmiadi 2004).
Pembungkusan buah dapat dilakukan setelah kelopak bunga sudah hampir rontok dengan menggunakan plastik bening. Sebelum dibungkus plastic bisa disarungi dulu dengan jarring buah yang terbuat dari bahan sterofoam.
6.       Pemanenan.
Pada umumnya jambu Kristal berbuah setelah umur 2 tahun, namun dengan bibit cangkokan jambu Kristal bisa cepat berbuah saat umur 6 bulan saja sudah bisa berbuah. Dan bisa dipanen saat jambu sudah berwarna putih kekuning-kuningan bila dibandingkan dengan buah yang masih hijau dan belum matang. Tinggal penyortiran untuk memisahkan buah menurut kualitasnya, dan siap dipasarkan.
      Demikian cara budidaya Jambu Kristal yang dapat saya berikan semoga bisa untuk menambah wawasan teman-teman semua, semoga bermanfaat, terima kasih.