Translate

Saturday, August 24, 2013

BUDIDAYA JAMBU KRISTAL


Budidaya jambu biji sekarang ini masih terbuka, terutama jambu yang mempunyai varietas baru seperti Jambu Biji Kristal. Pasokan jambu biji Kristal masih sangat terbatas sedang permintaan sangat tinggi. Oleh karena itu saya coba membuat artikel tentang budidaya Jambu Kristal yang dipasaran masih memiliki harga tinggi.
      Budidaya Jambu Kristal hampir sama dengan budidaya tanaman buah lainnya, tidak perlu lahan yang luas untuk budidayanya., anda bisa memanfaatkan sisa pekarangan rumah. Dengan menggunakan sistim tabulampot atau ditanam dalam pot yang tentu saja indah untuk dipandang mata. 



Berikut ini cara budidaya jambu Kristal:
1.       Pengolahan tanah.
Tanah tidak harus yang rata, tanah perbukitan yang miring juga bisa digunakan untuk lahan dengan membuat sengkedan(teras) pada bagian yg curam, untuk penggemburan bias dengan dibajak atau dicangkul dengan kedalaman 30cm secara merata. Selanjutnya diberi pupuk kandang dengan dosis 40kg/m persegi, kemudian dibuat bedengan dengandengan ukuran 1,20 dengan panjang yang disesuaikan dengan panjang lahan.Untuk penanaman dalam pot gunakan media tanam Tanah,Pupuk  Kandang, dan Sekam dengan perbandingan 1:2:2, usahakan sebelum ditanam , dasar pot diisi dulu dengan kerikil/batu apung/busa.
2.       Pemeliharan Tanaman.
Penjarangn dan penyulaman mutlak harus dilakukan, gulma-gilma yang menggangu tanaman harus disiangi sampai radius 1,5-2m sekeliling tanaman. Bila bibit mati harus segera diganti dengan bibit yang baru yang bagus. Penyiangan dilakukan dengan membuang tunas yang ada dibatang utama sehingga buah bias besar dan manis. Setiap sebulan sekali tanah disekitar tanaman harus  dilakukan pembalikan dan penggemburan tanah agar tetap lunak hingga tanaman benar-benar kuat.
 Perempalan/pemangkasan pada ujung-ujungnya dilakukan setelah tanaman berumur 2 tahun agar tanaman jambu Kristal mendapat tajuk yang rimbun. Disamping mendadapat tanjuk yang rimbun juga untuk membentuk tanaman juga untuk memperbanyak dan mengatur produksi agar tanaman tatap terpelihara. Pemangkasan juga dilakukan setiap tanaman habis dipanan.
3.       Pemupukan.
Pemupukan dilakukan secara berkala agar kesuburan lahan tetap terjaga dengan aturan:
      Pada tahun 0-1 tahun umur penanaman bibit setiap pohon diberi pupuk dengan campuran 40 kg pupuk kandang, 5 kg TSP, 100 gram urea dan 20 gram ZK yang ditabur disekitar tanaman atau dimasukkan kedalam lubang yang digali sedalam 30 cm dengan lebar 40 cm kemudian tutup kembali dengan tanah galian tadi.
      Pemupukan tanaman umur 1-3 tahun dilakukan dengan campuran NPK 250 gram/pohon dan TSP 250 gram/pohon dan diulang setiap 3 bulan sekali dengan takaran yang sama.
      Pemupukan tanaman umur diatas 3 tahun, kalau pertumbuhan tunas sudah kurang bagus berarti selain TSP dan NPK dengan ukuran yang sama berarti tanaman memerlukan pupuk kandang sebanyak 40 kg/tanaman.
4.       Pengairan dan penyiraman.
Selama 2 minggu setelah bibit yang berasal dari cangkokan ditanam, penyiraman dilakukan 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore. Dan minggu-minggu berikutnya dikurangi menjadi 1 kali sehari yaitu pada sore hari. Apabila tanaman jambu Kristal telah tumbuh benar-benar kuat, frekuensi penyiraman dapat dikurangi lagi yaitu dilakukan saat-saat diperlukan saja. Dan bila hujan turun terlalu lebat diusahakan sekitar tanaman tidak tergenang air dengan cara membuat jalur untuk mengalirkan air. Sebaliknya pada musim kemarau, bila tanah sudah kelihatan merekah maka diperlukan penyiraman dengan menggunakan pompa air 3 PK untuk lahan seluas kurang lebih 3000 m2 dan dilakukan sekali setiap sore.
5.       Pengendalian hama dan penyakit.
Hama dan penyakit yang ditemukan pada tanaman jambu Kristalantara lain Ulat daun, Kumbang buah, Jamur karat merah, Kutu putih, Jamur embun jelaga, Kutu putih, Kutu kebul dan juga Lalat buah.
Untuk lalat buah bisa dilakukan dengan pembungkusan buah tapi serangan meningkat bisa dilakukan pengendalian dengan umpan beracun, penyemprotan tanaman dengan insektisida dengan bahan aktif CHLORPYRIFOS bila diperlukan. Dan trapping atau perangkap dengan atraktan dengan bahan aktif Metyl eugenol, jika dirasa terlalu mahal bisa digunakan air rebusan selasih atau pala yang juga mengandung metyl eugenol (Djatmiadi 2004).
Pembungkusan buah dapat dilakukan setelah kelopak bunga sudah hampir rontok dengan menggunakan plastik bening. Sebelum dibungkus plastic bisa disarungi dulu dengan jarring buah yang terbuat dari bahan sterofoam.
6.       Pemanenan.
Pada umumnya jambu Kristal berbuah setelah umur 2 tahun, namun dengan bibit cangkokan jambu Kristal bisa cepat berbuah saat umur 6 bulan saja sudah bisa berbuah. Dan bisa dipanen saat jambu sudah berwarna putih kekuning-kuningan bila dibandingkan dengan buah yang masih hijau dan belum matang. Tinggal penyortiran untuk memisahkan buah menurut kualitasnya, dan siap dipasarkan.
      Demikian cara budidaya Jambu Kristal yang dapat saya berikan semoga bisa untuk menambah wawasan teman-teman semua, semoga bermanfaat, terima kasih.