Translate

Saturday, August 24, 2013

Jambu Kristal Asal Taiwan

Kecantikan Salma Hayek-bintang Hollywood berdarah Latin-kian mempesona dengan taburan kristal swarowasky di atas gaun pesta. Kristal-buat sebagian orang-memang diyakini mewakili aura anggun, glamor, dan cantik. Ya persis Salma Hayek itu. Kristal pulalah yang ada di benak Muhammad Taufi k dari Pusat Studi dan Pengembangan Agribisnis Hortikultura (Puspa) Lebo dan Misbahul Huda dari Technical Taiwan Mission (TTM) saat melihat sosok jambu sukun asal Taiwan.


Sosok kristal memang menggiurkan. Bobot rata-rata 500 g-bahkan ada yang mencapai 900 g. Besarnya 2/3 bola takraw. Bandingkan dengan jambu sukun lokal yang berukuran kira-kira sebesar Apel malang. Bentuk kristal simetris sempurna. Kulit hijau nan mulus dilapisi lilin yang cukup tebal. Lapisan lilin membuat buah sulit ditembus hama. Warna daging buah putih dengan tekstur renyah saat hampir matang dan empuk saat di puncak kematangan.

Biarpun tidak sepenuhnya seedless-di tengahnya masih tampak sedikit gumpalan biji berwarna putih-, itu tidak mengurangi keistimewaan kristal. Dengan kadar kemanisan mencapai 11-12o briks dan kadar air cukup tinggi, jambu sukun menyegarkan.
Rajin

Tak sekadar buah yang istimewa. Sosok tanaman dan daun relatif lebih besar ketimbang jambu biji lain. Tekstur daun pun lebih kaku. Pantas kristal lebih tahan gangguan kekeringan dan hama penyakit. Ukuran bunga juga bongsor dibanding jambu sukun lokal. Itu jadi indikasi ukuran buah yang memang jauh lebih besar.

Pohon yang diperoleh dari bibit cangkokan-seperti yang ada di Puspa Lebo-membentuk tajuk membulat. Percabangannya banyak, sehingga tak perlu dipangkas untuk menghasilkan banyak cabang. Pemangkasan sekadar untuk merapikan bentuk tajuk. Banyak cabang berarti banyak pula buah, karena dompolan bunga muncul di setiap ujung cabang. Pantas kristal berbuah sepanjang tahun. Taufi k hampir setiap bulan menikmati buah yang dipetik sendiri.

Kontinuitas berbuah memang jadi kelebihan kristal. Sejak Puspa Lebo menanam 1 tahun lalu, pohon tidak berhenti berbuah, tutur Muhammad Taufi k. Sekali berbuah menghasilkan 10-25 buah. Menurut hitungan Taufik, satu pohon berumur 2 tahun menghasilkan 70 kg selama 6 bulan. Pantas kadang tanaman seperti keberatan menggendong buah.

Bandingkan dengan jambu sukun bangkok asal Thailand. Ukuran anggota famili Myrtaceae itu besar dan nyaris tanpa biji. Rasanya manis, wangi, dan kesat, tapi sulit dibuahkan. Supaya berbuah, perlu diberi perlakuan khusus. Misal penambahan pupuk daun mengandung fosfor dan kalium. Tingkat keberhasilan penyerbukan pun hanya 50%, kata Prakoso Heryono, penangkar buah di Demak. Sementara sukun taiwan rajin berbuah di segala keadaan. Pohon berbuah sepanjang tahun dan tidak mengenal musim.
Adaptif

Kristal masuk ke Indonesia melalui Taiwan Technical Mission-yang dulu bernama ROC-pada tahun 1999. Di Pulau Formosa, jambu sukun buah meja favorit. Waktu masuk ke tanah air, berupa 5 bibit cangkokan. Dari jumlah itu bibit dikembangbiakkan hingga kini mencapai 1.500 tanaman.

Dari jumlah itu, sekitar 400 tanaman ditanam di lahan ujicoba TTM yang tersebar di berbagai tempat. Sejak Februari 2006, 1.000 pohon dibagikan ke beberapa kelompok tani di sekitar Mojokerto. Antara lain Mutiara Tani Taiwan yang menanam khusus jambu sukun. Hasilnya ternyata memuaskan, karena kristal sangat adaptif.

Di lahan ujicoba TTM di Desa Tumapel, Mojokerto, yang terletak pada ketinggian 58 m dpl, kristal tumbuh baik. Pun di daerah Pacet, Mojokerto yang terletak pada ketinggian 800 m dpl. Hanya saja di dataran tinggi pematangan buah lebih lama. Kalau di dataran rendah hanya 2,5 bulan setelah bunga mekar, di dataran tinggi 4 bulan.

Penasaran menikmati rasa kristal? Cobalah datang ke sebuah pasar swalayan di Surabaya. Di sana kristal dijajakan dengan penampilan menarik.
Sumber : trubus